Minggu, 09 April 2017

CARA MENUTUP AURAT MENURUT PANDANGAN ISLAM



Bila dilihat dari maknanya, kata aurat bermakna 'aib (cacat). Aib adalah sesuatu yang tidak pantas dibicarakan atau dipertontonkan bukan? Islam sendiri melarang kita membicarakan aib saudara kita. Karena barang siapa yang mengumbar aib orang lain, maka Allah akan mengumbar aibnya pula pada hari kiamat. Dan barang siapa yang menutupi aib orang lain, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.
Baca juga : Pengertian Aurat dan Cara Menutup Aurat Menurut Para Ulama'
Dalam hadist Nabi disebutkan bahwa kebanyakan ahli neraka kelak diisi oleh wanita. Hal ini karena mereka tidak menutup auratnya serta suka menggunjing. Di masyarakat kita pula kita pernah mendengar ucapan "berjilbab tapi telanjang". Inilah mengapa kemudian manfaat dari menutup aurat tidak berfungsi secara maksimal sesuai yang dikehendaki agama Islam.

Adapun kriteria menutup aurat yang sesuai syariat adalah sebagai berikut:
  1. Menutupi seluruh bagian aurat.
  2. Artinya jangan sampai ketika sudah menggunakan hijab, tapi rambut masih kelihatan. Karena rambut wanita juga menjadi bagian yang harus ditutupi semua.
  3. Tidak menampakkan lekukan tubuh
  4. Ini yang sering kita temui di masyarakat, banyaj wanita yang suka mengenakan pakaian yang ketat. Meskipun mereka mengenakan hijab, tapi bila pakaiannya ketat maka tidak termasuk menutup aurat secara sempurna. Karena bagian lekukan tubuh masih kelihatan.
  5. Menutupi warna kulit
  6. Batas minimal kain yang digunakan untuk baju dan sebagainya setidaknya dapat menyamarkan warna kulit. Namun alangkah lebih baik jika dapat benar-benar menutupinya.
Dalam memakai hijab pun juga ada aturannya. Hijab yang digunakan harus longgar, setidaknya sampai menutupi dada. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam al-Qur'an surat al-Nur:

وليضربن بخمرهن علي جيوبهن

"Dan hendaklah mereka memanjangkan jilbab mereka sampai ke dada mereka".

cara membikin puding

Bahan-bahan

  1. 1 nutrijell plain
  2. 1 nutrijell melon
  3. 2 gelas gula
  4. 6 gelas gula
  5. selasih instan
  6. 5 skm putih
  7. sedikit pewarna ijo

Langkah

  1. Pertama : masak nutrijell plain, 1 gelas gula, skm putih dan 3 gelas air, masak sampai mendidih, tuang dalam cup stgah saja
  2. Masukan sedikit selasih instan dalam gelas, beri air panas, tunggu hingga jadi
  3. Stelah ager yg stgah td agak jadi, masak 1 nutrijell melon, 1 gelas gula dan 3 gelas air, beri pewarna ijo dikit aja
  4. Masak hingga mendidih, masukan selasih
  5. Tuang k cup yg td hingga penuh, tunggu uap panas hilang, taruh dalam kulkas 😉

Tugas uts pembelajaran pai

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PAI
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran
Dosen Pengampu :.Guntur Cahyono,M.Pd.

Disusun oleh:
Ditamar’ atus ulfa (23010-15-0207)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2017


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Multimedia Interaktif
Rob Philips dalam nugoho (2008) menjelaskan makna interaktif sebagai suatu proses pemberdayaan siswa untuk mengendalikan lingkungan belajar.Dalam konteks ini lingkungan belajar yang di maksud adalah belajar menggunakan komputer. Klasifikasi interaktif dalam lingkup multimedia pembelajaran bukan terlelak pada sistem hardwere. Tetapi lebih mengacu pada karateristik belajar siswa dalam merespon stimulus yang di tampilkan layar monitor komputer. Kualitas interaksi siswa dengan komputer sangat di tentukan oleh kecanggihan  program komputer . Scwheir  dan Misanchuk menyatakan sedikitnya ada tiga tingkatan interaktif berdasarkan pada kualitas interal pembelajaran. Ketiga tingkatan yang dimaksud secara lengkap ditunjukkan pada tabel[1]
                    
Tingkatan

Fungsi
Transaksi
Reaktif
Proaktif
Mutual
Konfirmasi
Pacing
Navigasi
Inquiri
Elaborasi
Space Bar/Return Key Touch Screen Target
Tiuch Screen Ray Trace
Mouse Click
Mouse Drag
Barcode
Keybord –Key Response
Keybord –Contruction
Voice Input
Virtual Reality Interface

 Sumber: Adaptasi dari Schweir dan Misanchuk 9(Sunaryo Soenarto dalam Nugroho 2008). elajar Mandiri
B.     Belajar Mandiri
Banyak istilah yang melar belakangi belajar mandiri , dalam Ali (2005 ) dijelaskan banyak istilah misalnya :Pembelajaran arah diri , Pembelajaran  diri, Pembelajaran laju diri , Pembelajaran perorangan . Semuannya memiliki kemiripan bahwa belajar yang di tujukan pada orang per orangan tidak disamakan antar induvidu dengan di dasari oleh perbedaan individu.
Belajar mandiri muncul sebagai jawaban atas masalah pendidikan terhadap kualitas pembelajaran.Diawali dari kekurangan pembelajaran klasikal yang mengabaikan keragamaan individu . Menurut Andreson Ali (2005 ) , pembelajaran individual didefisinikan sebagai bagian usaha dari guru atau pengelola sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan individu diantara siswa terhadap pribadi,sosial dan perkembangan akademik dengan lebih baik dari pembelajaran tradisional yakni pembelajaran yang tidak diindividualisasi.
            Berdasarkan landasan pelaksanaan belajar mandiri tersebut di atas , selanjutnya disusun implikasi pembelajaran dengan penerapan teknik pembelajaran mandiri dalam bentuk pembelajaran terprogram sebagaimana di jelaskan percival dan elington ( Ali 2005) .dalam tutorial mode siswa berinteraksi lansung dengan komputer yang telah di program untuk dimergerti isi programnya dan komputer bereaksi terhadap respon- respon yang di lakukan oleh siswa.[2]
            Metode Penelitian
Pengembangan media pembelajaran mata kuliah Medan Eloktromagnetik termasuk Research and Development (R & D) . perangangan  dan pengembangan media ini menggunakan model pengembangan perangkat lunak melalui 5 tahap yang meliputi:
Analisis Kebutuhan
Perancangan media
Pengembangan media
Pengujian[3]
Implementasi
C.     Hasil Penelitian dan pembahasan
1.      Validasi ahli media dan pembelajaran
Validasi oleh ahli media pembelajaran di lakukan dengan mekanisme memberikan hasil pengembangan media pembelajaran yang sudah jadi dalam bentuk CD lalu ahli media memberikan penilian terhadap media tersebut dalam bentuk angket isian . Jumlah ahli media pembelajaran  yang memberikan penilian terhadap media ini sebanyak 3 orang . Angket kepada ahli media pembelajaran berisi tentang (1) aspek tampilan (2) aspek operasional dan (3)aspek interaksi .
Hasil review dari ahli pembelajaran dirangkum pada tabel 1.
Tabel 1. penilian ahli media pembelajaran
no
Aspek
Jumlah butir
Rata- rata skor
1

Tampilan
17
3, 51
2
Operasional
4
3,81
3
Interaksi

3,83
total

24
3, 74
            Tabel 1 menunjukan bahwa skor presentase aspek tampilan yang diberikan oleh validator adalah 89,67%. untuk aspek operasional didapat data skor presentase aspek pengoperasian proram yang di berikan oleh validator sebesar 95,33%dan aspek in
teraksi validator memberikan skor presentase sebesar 95,67%.[4]
2.      Ujicoba kepada mahasiswa
Setelah media pembelajaran mata kuliah Medan Elektromagnetik mendapatkan validasi dari oleh ahli media pembelajaran maka selanjutnya adalah melakukan uji coba media pembelajaran ini kepada mahasiswa. Mekanisme yang dilakukan adalah dengan memberikan contoh penggunaan media pembelajaran ini di depan kelas dan memberikannya kepada mahasiswa untuk mencoba  melakukan sendiri di tempat lain .
            Setelah mahasiswa melihat dan menggunakan media pembelajaran ini maka  di lakukan pengukuran terhadap media ini dengan memberikan angket yang di isi oleh mahasiswa .Dari hasil angket yang di berikan didapatkan hasil rata- rata mahasiswa menyatakan ketertarikan untuk menggunakan media ini dan menyatakan media ini sangat bermanfaat untuk membantu mereka dalam belajar secara mandiri di rumah.
Tabel. 1 Nilai angket mahasiswa
No
Aspek
Jumlah butir
Rata – rata skor
Presentase
1
Kemanfaatan
5
3,2
80%
2
Tampilan
12
3,4
85%
3
Interaksi
6
3,14
78,5%
4
Belajar mandiri
5
3,22
80,5%
kriteria yang di berikan meliputi aspek kemanfaatan , aspek tampilan , aspek interaksi dan aspek belajar mandiri .Skor rata- rata yang di peroleh yaitu sebesar 3,24 atau sebesar 81%.Bedasrkan kriteria pada skala  likert skor rata- rata ini dapat dikatagorikan baik sehingga dapat dikatakan bahwa media pembelajaran ini memberikan manfaat kepada mahasiswa  untuk  melakukan belajar secara mandiri.
3.      Pembahasan
Media pembelajaran mata kuliah medan elektromagnetik untuk menfasilitasi belajar mandiri sudah dapat diimplementasikan sebagai salah satu media pembelajaran . Dari data yang sudah di ambil berdasarkan kuesioner dari aspek tampilan, operasional dan interaksi diperoleh dari data yang  cukup baik  dengan rata- rata 3,74 pada skala likert. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran mata kuliah Medan Elektromagnetik memberikan nilai tambah yang cukup signifikasikan pada mahasiswa sebagai bahan untuk belajar mandiri .      
Berdasarkan hasil survai dan uji coba peneliti terhadap sampel 10 mahasiswa keberadaan media pembelajaraaan mata kuliah medan elektromagnetik ini sangat membantu mahasiswa dalam mendapatkan materi pembelajaran,memahami materi , meningkatkan semangat belajar mahasiswa dan kompetensi pada mata kuliah medan elektromagnetik.
                       DAFTAR PUSTAKA
       Ali,M,Dkk.2005.Pengembangan Bahan Pembelajaran Berbantuaan             Komputer Untuk Menfasilitasi Belajar Mandiri Dalam Mata Diklat Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika di SMK .laporan penelitian Resarch Grant PHK A2 Jurusan pendidikan teknik elektro FT UNY.
Arsad ,A.2005. Media Pendidikan . Jakarta : Pustekkom Diknas &PT. Raja Grafindo Perkasa.
Sadiman , A,dkk. 2002. Media Pendidikan .Jakarta: Pustekkom Diknas
& PT.Raja Grafindo Perkasa.
 Nugroho, S. 2008. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata.
Ali,M, DKK.2007.Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Untuk Menfasilitasi Belajar Mandiri Pada Kuliah Medan Elektromagnetik Di Jurusan  Pendidikan Teknik Elektro FT UNY.Laporan Penelitian Dosen Lembaga Penelitian UNY.





Senin, 20 Maret 2017

Panda (Ailuropoda Melanoleuca) adalah spesies beruang yang ditemukan di pegunungan China tengah dan barat. Salah satu hewan paling terkenal dan mudah diidentifikasi di dunia, Panda juga merupakan salah satu hewan paling langka dan terancam punah terutama akibat dari hilangnya habitat. Panda adalah speses beruang yang unik di antara beruang lainnya karena mereka tidak hibrenasi. Panda pertama kali ditemukan oleh seorang naturalis Perancis pada tahun 1869,yang kemduian menjadi simbol konservasi global dengan dijadikan logo World Wildlife Fund. Orang-orang China juga melihat panda sebagai simbol perdamaian. Sekarang ini, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencoba dan melindungi populasi tersisa di habitat asli panda.
by Ahmad Fatoni
Hasil gambar untuk gambar panda