PENGEMBANGAN
PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PAI
Disusun guna memenuhi tugas mata
kuliah Media Pembelajaran
Dosen Pengampu :.Guntur
Cahyono,M.Pd.
Disusun oleh:
Ditamar’ atus ulfa (23010-15-0207)
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2017
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Multimedia
Interaktif
Rob Philips dalam nugoho (2008) menjelaskan makna interaktif
sebagai suatu proses pemberdayaan siswa untuk mengendalikan lingkungan
belajar.Dalam konteks ini lingkungan belajar yang di maksud adalah belajar
menggunakan komputer. Klasifikasi interaktif dalam lingkup multimedia
pembelajaran bukan terlelak pada sistem hardwere. Tetapi lebih mengacu pada
karateristik belajar siswa dalam merespon stimulus yang di tampilkan layar
monitor komputer. Kualitas interaksi siswa dengan komputer sangat di tentukan
oleh kecanggihan program komputer .
Scwheir dan Misanchuk menyatakan
sedikitnya ada tiga tingkatan interaktif berdasarkan pada kualitas interal
pembelajaran. Ketiga tingkatan yang dimaksud secara lengkap ditunjukkan pada
tabel
|
Tingkatan
|
Fungsi
|
Transaksi
|
|
Reaktif
Proaktif
Mutual
|
Konfirmasi
Pacing
Navigasi
Inquiri
Elaborasi
|
Space
Bar/Return Key Touch Screen Target
Tiuch Screen
Ray Trace
Mouse Click
Mouse Drag
Barcode
Keybord –Key
Response
Keybord
–Contruction
Voice Input
Virtual
Reality Interface
|
Sumber: Adaptasi dari
Schweir dan Misanchuk 9(Sunaryo Soenarto dalam Nugroho 2008). elajar Mandiri
B.
Belajar
Mandiri
Banyak istilah yang melar belakangi
belajar mandiri , dalam Ali (2005 ) dijelaskan banyak istilah misalnya
:Pembelajaran arah diri , Pembelajaran
diri, Pembelajaran laju diri , Pembelajaran perorangan . Semuannya
memiliki kemiripan bahwa belajar yang di tujukan pada orang per orangan tidak
disamakan antar induvidu dengan di dasari oleh perbedaan individu.
Belajar mandiri muncul sebagai
jawaban atas masalah pendidikan terhadap kualitas pembelajaran.Diawali dari
kekurangan pembelajaran klasikal yang mengabaikan keragamaan individu . Menurut
Andreson Ali (2005 ) , pembelajaran individual didefisinikan sebagai bagian
usaha dari guru atau pengelola sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan
perbedaan individu diantara siswa terhadap pribadi,sosial dan perkembangan
akademik dengan lebih baik dari pembelajaran tradisional yakni pembelajaran yang
tidak diindividualisasi.
Berdasarkan
landasan pelaksanaan belajar mandiri tersebut di atas , selanjutnya disusun
implikasi pembelajaran dengan penerapan teknik pembelajaran mandiri dalam
bentuk pembelajaran terprogram sebagaimana di jelaskan percival dan elington (
Ali 2005) .dalam tutorial mode siswa berinteraksi lansung dengan komputer yang
telah di program untuk dimergerti isi programnya dan komputer bereaksi terhadap
respon- respon yang di lakukan oleh siswa.
Metode Penelitian
Pengembangan media pembelajaran mata
kuliah Medan Eloktromagnetik termasuk Research and Development (R & D) .
perangangan dan pengembangan media ini
menggunakan model pengembangan perangkat lunak melalui 5 tahap yang meliputi:
Analisis Kebutuhan
Perancangan media
Pengembangan media
Implementasi
C.
Hasil
Penelitian dan pembahasan
1.
Validasi
ahli media dan pembelajaran
Validasi oleh ahli media pembelajaran di lakukan dengan mekanisme
memberikan hasil pengembangan media pembelajaran yang sudah jadi dalam bentuk
CD lalu ahli media memberikan penilian terhadap media tersebut dalam bentuk
angket isian . Jumlah ahli media pembelajaran yang memberikan penilian terhadap media ini
sebanyak 3 orang . Angket kepada ahli media pembelajaran berisi tentang (1)
aspek tampilan (2) aspek operasional dan (3)aspek interaksi .
Hasil
review dari ahli pembelajaran dirangkum pada tabel 1.
Tabel
1. penilian ahli media pembelajaran
|
no
|
Aspek
|
Jumlah butir
|
Rata- rata skor
|
|
1
|
Tampilan
|
17
|
3, 51
|
|
2
|
Operasional
|
4
|
3,81
|
|
3
|
Interaksi
|
|
3,83
|
|
total
|
|
24
|
3, 74
|
Tabel 1 menunjukan bahwa skor
presentase aspek tampilan yang diberikan oleh validator adalah 89,67%. untuk
aspek operasional didapat data skor presentase aspek pengoperasian proram yang
di berikan oleh validator sebesar 95,33%dan aspek in
teraksi
validator memberikan skor presentase sebesar 95,67%.
2.
Ujicoba
kepada mahasiswa
Setelah media pembelajaran mata kuliah Medan Elektromagnetik
mendapatkan validasi dari oleh ahli media pembelajaran maka selanjutnya adalah
melakukan uji coba media pembelajaran ini kepada mahasiswa. Mekanisme yang
dilakukan adalah dengan memberikan contoh penggunaan media pembelajaran ini di
depan kelas dan memberikannya kepada mahasiswa untuk mencoba melakukan sendiri di tempat lain .
Setelah mahasiswa melihat dan
menggunakan media pembelajaran ini maka
di lakukan pengukuran terhadap media ini dengan memberikan angket yang
di isi oleh mahasiswa .Dari hasil angket yang di berikan didapatkan hasil rata-
rata mahasiswa menyatakan ketertarikan untuk menggunakan media ini dan
menyatakan media ini sangat bermanfaat untuk membantu mereka dalam belajar
secara mandiri di rumah.
Tabel.
1 Nilai angket mahasiswa
|
No
|
Aspek
|
Jumlah butir
|
Rata – rata skor
|
Presentase
|
|
1
|
Kemanfaatan
|
5
|
3,2
|
80%
|
|
2
|
Tampilan
|
12
|
3,4
|
85%
|
|
3
|
Interaksi
|
6
|
3,14
|
78,5%
|
|
4
|
Belajar mandiri
|
5
|
3,22
|
80,5%
|
kriteria
yang di berikan meliputi aspek kemanfaatan , aspek tampilan , aspek interaksi
dan aspek belajar mandiri .Skor rata- rata yang di peroleh yaitu sebesar 3,24
atau sebesar 81%.Bedasrkan kriteria pada skala likert skor rata- rata ini dapat dikatagorikan
baik sehingga dapat dikatakan bahwa media pembelajaran ini memberikan manfaat
kepada mahasiswa untuk melakukan belajar secara mandiri.
3.
Pembahasan
Media pembelajaran mata kuliah medan elektromagnetik untuk menfasilitasi
belajar mandiri sudah dapat diimplementasikan sebagai salah satu media
pembelajaran . Dari data yang sudah di ambil berdasarkan kuesioner dari aspek
tampilan, operasional dan interaksi diperoleh dari data yang cukup baik dengan rata- rata 3,74 pada skala likert. Hal
ini menunjukkan bahwa media pembelajaran mata kuliah Medan Elektromagnetik
memberikan nilai tambah yang cukup signifikasikan pada mahasiswa sebagai bahan
untuk belajar mandiri .
Berdasarkan hasil survai dan uji coba peneliti terhadap sampel 10
mahasiswa keberadaan media pembelajaraaan mata kuliah medan elektromagnetik ini
sangat membantu mahasiswa dalam mendapatkan materi pembelajaran,memahami materi
, meningkatkan semangat belajar mahasiswa dan kompetensi pada mata kuliah medan
elektromagnetik.
DAFTAR PUSTAKA
Ali,M,Dkk.2005.Pengembangan Bahan
Pembelajaran Berbantuaan
Komputer Untuk Menfasilitasi Belajar Mandiri Dalam Mata Diklat Penerapan
Konsep Dasar Listrik dan Elektronika di SMK .laporan penelitian Resarch
Grant PHK A2 Jurusan pendidikan teknik elektro FT UNY.
Arsad ,A.2005. Media
Pendidikan . Jakarta : Pustekkom Diknas &PT. Raja Grafindo Perkasa.
Sadiman , A,dkk. 2002. Media Pendidikan .Jakarta: Pustekkom
Diknas
& PT.Raja Grafindo Perkasa.
Nugroho, S. 2008. Pengembangan
Media Pembelajaran Interaktif Mata.
Ali,M, DKK.2007.Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis
Multimedia Untuk Menfasilitasi Belajar Mandiri Pada Kuliah Medan
Elektromagnetik Di Jurusan Pendidikan
Teknik Elektro FT UNY.Laporan Penelitian Dosen Lembaga
Penelitian UNY.